SAMPANG – SMA Negeri 2 Sampang sukses menggelar kegiatan “Optimalisasi Pendampingan Bagi Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif Jenjang SMA/SMK Tahun 2026“. Acara yang diinisiasi oleh Bidang Pembinaan Kelembagaan PK-PLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini menjadi tonggak penting dalam penguatan akses pendidikan tanpa hambatan di wilayah Kabupaten Sampang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh perwakilan Kepala Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan Jawa Timur, didampingi Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, serta jajaran narasumber ahli di bidang pendidikan luar biasa.
Komitmen Mewujudkan Kesetaraan
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengapresiasi kesiapan infrastruktur dan mentalitas pendidik di SMA Negeri 2 Sampang. Program optimalisasi ini bertujuan untuk memastikan setiap satuan pendidikan mampu memberikan pelayanan yang layak bagi siswa berkebutuhan khusus, baik dari sisi kurikulum maupun pendampingan emosional.
Kepala SMA Negeri 2 Sampang, Dimas Bayu Perdana Putra, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya kini berada di garda terdepan dalam menyambut kebijakan pendidikan inklusif.
”Kami tidak hanya sekadar menerima siswa, tapi kami membangun ekosistem. SMA Negeri 2 Sampang siap menjadi role model atau percontohan kelas inklusi di Kabupaten Sampang. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Dimas Bayu dalam sesi wawancara.
Transformasi Menuju Sekolah Inklusif
Pendidikan inklusi di SMA Negeri 2 Sampang menekankan pada adaptasi lingkungan belajar yang ramah bagi semua kalangan. Dengan dukungan narasumber yang kompeten, para guru dibekali metode pengajaran khusus agar mampu mengakomodasi berbagai spektrum kebutuhan siswa di dalam satu kelas reguler.
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Sampang juga menambahkan bahwa langkah SMA Negeri 2 Sampang ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Madura untuk mulai mengoptimalkan program inklusi di instansi masing-masing.
Menatap Masa Depan
Dengan suksesnya kegiatan pendampingan ini, SMA Negeri 2 Sampang kini fokus pada implementasi berkelanjutan. Melalui kepemimpinan Dimas Bayu Perdana Putra, sekolah ini berkomitmen membuktikan bahwa perbedaan fisik maupun kognitif bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik maupun non-akademik di jenjang SMA.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi panel yang merumuskan strategi taktis pendampingan siswa inklusi untuk tahun ajaran mendatang, memperkuat posisi Sampang sebagai daerah yang peduli pada pendidikan ramah anak dan inklusivitas.
~ dokumentasi kegiatan, klik disini ~

Leave a Reply