SAMPANG – Maraknya penggunaan rokok konvensional maupun rokok elektronik (vape) di kalangan remaja menjadi perhatian serius dunia pendidikan dan kesehatan. Menanggapi fenomena tersebut, SMAN 2 Sampang berkolaborasi dengan STIKES Sukma Wijaya Sampang menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan remaja
Berlangsung di Aula SMAN 2 Sampang, kegiatan bertajuk “Generasi Muda Sehat Tanpa Asap: Wujudkan Remaja Cerdas, Bebas Rokok dan Vape” ini diikuti dengan antusias oleh ratusan siswa-siswi.
Kepala SMAN 2 Sampang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dan promotif sekolah dalam menjaga lingkungan belajar yang sehat serta melindungi para siswa dari bahaya zat adiktif sejak dini.
“Kami ingin memastikan para siswa memahami betul dampaknya bagi masa depan mereka. Kolaborasi dengan STIKES Sukma Wijaya ini sangat krusial agar informasi medis yang disampaikan benar-benar berbasis bukti akademis dan mudah dipahami remaja,” ujarnnya.
Menguliti Mitos Vape dan Bahaya Tersembunyi
Dalam sesi pemaparan, tim pakar dan akademisi dari STIKES Sukma Wijaya Sampang membedah secara mendalam bahaya kandungan kimia dalam rokok konvensional maupun vape. Salah satu materi utama menekankan kekeliruan anggapan umum di kalangan remaja bahwa vape lebih aman daripada rokok biasa.
Perwakilan tim penyuluh STIKES Sukma Wijaya menjelaskan bahwa cairan vape tetap mengandung nikotin yang memicu kuisasi (adiksi), zat perasa yang berpotensi merusak paru-paru (popcorn lung), serta logam berat yang berbahaya bagi organ tubuh remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
Selain pemaparan materi, acara juga diisi dengan:
- Sesi Diskusi Interaktif: Siswa diajak berdialog terbuka mengenai tekanan sebaya (peer pressure) dan cara menolaknya.
- Simulasi Kesehatan: Demonstrasi dampak paparan zat adiktif pada fungsi paru-paru.
- Deklarasi Pelajar Sehat: Komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk mewujudkan kawasan bebas asap rokok dan vape.
Mendorong Peran Remaja sebagai Agen Perubahan
Melalui kegiatan edukatif-promotif ini, SMAN 2 Sampang dan STIKES Sukma Wijaya berharap para siswa tidak hanya membentengi diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi peer educator (pendidik sebaya) yang menyebarkan pengaruh positif di lingkungan keluarga dan pergaulan mereka.
Sinergi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi kesehatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan gerakan serupa di Kabupaten Sampang guna melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan siap menyongsong masa depan tanpa ketergantungan zat adiktif.
~ dokumentasi kegiatan, klik disini ~

Leave a Reply