Home » Wujudkan Sekolah Nyaman dan Inklusif, SMA Negeri 2 Sampang Gelar Asesmen Awal MPLS Ramah Jatim 2026

Wujudkan Sekolah Nyaman dan Inklusif, SMA Negeri 2 Sampang Gelar Asesmen Awal MPLS Ramah Jatim 2026

SAMPANG – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Negeri 2 Sampang berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung potensi setiap siswa. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan Tes Asesmen Awal bagi peserta didik baru dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Jatim 2026 yang berlangsung pada 16 Juli 2026.

Program MPLS Ramah Jatim tahun ini mengusung konsep ramah anak, anti-perundungan, dan inklusif. Asesmen awal yang diikuti oleh seluruh siswa baru ini dirancang bukan sebagai ujian kelulusan, melainkan sebagai instrumen edukatif untuk memetakan gaya belajar, potensi akademis, serta kondisi psikososial siswa.

Kepala SMAN 2 Sampang, Dimas Bayu Perdana Putra, M.Pd, menyampaikan bahwa asesmen ini merupakan langkah preventif dan promotif sekolah untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal atau merasa tidak nyaman di lingkungan sekolah yang baru.

“Kami ingin SMAN 2 Sampang menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui asesmen awal dalam bingkai MPLS Ramah Jatim 2026 ini, guru-guru dapat mengenali karakteristik unik setiap siswa sejak hari pertama. Ini adalah fondasi kami untuk menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan berpusat pada murid,” ujar Dimas Bayu Perdana Putra, M.Pd.

Menggali Potensi, Mencegah Perundungan

Berbeda dengan paradigma masa lalu di mana MPLS identik dengan perpeloncoan, MPLS Ramah Jatim 2026 di SMAN 2 Sampang diisi dengan kegiatan yang edukatif dan interaktif. Tes asesmen awal ini meliputi:

  • Pemetaan Gaya Belajar: Mengetahui apakah siswa lebih dominan visual, auditori, atau kinestetik.
  • Asesmen Psikososial: Mendeteksi kesiapan mental siswa dalam transisi dari jenjang SMP ke SMA.
  • Identifikasi Minat dan Bakat: Menyalurkan potensi siswa ke dalam ekstrakurikuler dan program pengayaan yang tepat.

Dengan data yang diperoleh dari asesmen ini, pihak sekolah dapat merancang program pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying) secara lebih efektif, sekaligus menciptakan ekosistem sekolah yang suportif.

Orang tua siswa pun menyambut baik inovasi ini. Pendekatan humanis yang diterapkan SMAN 2 Sampang dinilai memberikan rasa tenang bagi wali murid yang menitipkan anak-anak mereka untuk menuntut ilmu.

Melalui suksesnya pembukaan MPLS Ramah Jatim 2026 dan pelaksanaan asesmen awal ini, SMAN 2 Sampang kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan di Kabupaten Sampang yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga konsisten membentuk karakter generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa Pancasila.

~ dokumentasi kegiatan, klik disini ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download

Belum ada unduhan yang dipublish